Senin, 5 Desember 2011 Jumlah kendaraan yang tiap tahun makin meningkat membuat polusi udara semakin parah di wilayah kota-kota besar khususnya kota Jakarta yang merupakan pusat industri dan perekonomian. Sebagian besar masyarakat menggunakan kendaraan untuk segala aktifitasnya, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Asap kendaraan seolah sudah menjadi makanan sehari-hari para pengguna jalan khususnya pengguna kendaraan bermotor. Minimnya penyuluhan Pemerintah tentang bahaya asap kendaraan dan kurangnya kesadaran para pemilik kendaraan untuk merawat kendaraannya membuat kualitas asap kendaraan yang dihasilkan menjadi sangat buruk dan berbahaya jika dihirup dan masuk ke dalam tubuh manusia, maka salah satu cara yang aman agar terhindar dari bahaya asap kendaraan salah satunya dengan memakai masker seperti yang diungkapkan oleh salah satu pengguna jalan Nanda (22)
“Kalau saya sih biasanya selalu pake sarung tangan sama masker tiap saya pergi naik motor, kadang-kadang juga suka pakai kacamata biar matanya ga iritasi.” (5/12).
Sebagai contoh, banyaknya truk contener dan truk trailer yang melewati sekitar jalan Lodan dalam untuk menuju kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara juga menjadi salah satu penyebab polusi udara terbesar karena kebanyakan dari truk-truk tersebut adalah truk yang sudah tua yang tidak pernah dirawat sehingga mengeluarkan asap hitam yang sangat berbahaya bagi kesehatan warga sekitar yang letak pemukimannya bersebelahan dengan kawasan Pelabuhan tersebut.
“Disini kan cuma ada satu jalan untuk keluar masuk kendaraan jadi truk-truk besar juga lewat sini kalau mau keluar masuk pelabuhan, saya sebagai ketua Rt sini cuma minta sama pemerintah supaya warga saya dikasih pohon gratis biar bias ditanam jadi ngurangin efek asap kendaraannya, kan ga mungkin juga kalau saya ngelarang truk-truk itu buat lewat sini, wong ini satu-satunya akses jalan buat ke pelabuhan.” Kata ketua Rt Lodan Dalam Sajidin, Senin (5/12).
Sebagai salah satu dampak yang bisa langsung dirasakan akibat asap kendaraan diantaranya adalah iritasi mata, pusing, dan sesak nafas. Sedangkan bila asap kendaraan terus-terusan terhirup dan masuk ke dalam tubuh manusia dalam jangka panjang, maka tidak mustahil serangan jantung adalah efek yang paling menakutkan.
“Sebenarnya sebagian besar masyarakat sudah tahu dampak asap kendaraan bagi kesehatan mereka, tetapi masalahnya adalah kembali kepada pribadi mereka masing-masing. Mereka bebas untuk memakai masker atau kacamata ketika berkendaraan, masyarakat juga diharapkan turut berpartisipasi untuk menanam pohon sebagai aksi penghijauan, serta dibutuhkan kesadaran masing-masing pemilik kendaraan untuk merawat kendaraannya untuk mengurangi polusi udara itu sendiri.”Demikian yang diungkapkan salah satu Dokter klinik swasta Dr. Christie di Jakarta, Senin (5/12 ).







0 komentar:
Posting Komentar