280 PX

Jumat, 23 Desember 2011

Rokok Sumber Penyakit








Selasa, 6 Desember 2011 Gaya hidup merokok ternyata masih banyak dilakoni sebagian besar masyarakat di Indonesia khususnya di wilayah Jakarta. Seringkali kita menemukan orang-orang yang sedang merokok di tempat-tempat umum baik di halte bus, stasiun kereta, bahkan di dalam kendaraan umum, padahal Pemerintah sendiri sudah mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Larangan merokok di tempat ibadah, tempat kerja, tempat pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, angkutan umum, arena kegiatan anak-anak, tempat umum seperti halte bus, stasiun kereta, jalan raya, dan taman kota. Peraturan Daerah ( Perda ) yang seharusnya sudah berlaku sejak 3 Februari 2006 dengan sanksi penjara selama 6 bulan dan denda hingga Rp.50juta ini ternyata tidak berpengaruh banyak dalam mengurangi masalah rokok di Jakarta, masyarakat mengaku masih banyak menemui orang-orang yang merokok di tempat-tempat umum dengan bebas karena tidak adanya petugas yang mengawasi.
“Saya sih tahu soal peraturan Pemerintah dilarang merokok apalagi ditempat umum, tapi yah mau gimana orang saya sudah kecanduan sama rokok jadi susah buat berenti merokok ya paling cuma di kurangi ajah, saya liat orang lain juga masih banyak yang merokok di tempat-tempat umum tapi mereka biasa-biasa saja.” kata seorang perokok Abdul ditemui sedang merokok di halte bus Ringroad Cengkareng, Selasa (6/12 ).

            Bahaya merokok terutama ditempat umum tidak hanya dirasakan oleh perokok saja, tapi orang yang menghirup asap rokok juga terkena dampaknya, bahkan 2 kali lipat lebih bahaya dari perokok itu sendiri. Perokok pasif bukan hanya menghirup asap dari pembakaran rokok saja tapi juga menghirup hembusan asap dari orang yang merokok. Terkadang masyarakat memang terlalu acuh atau cuek dengan orang lain sehingga mereka tidak peduli akibat dari asap rokok yang di hirup oleh orang lain, maka di perlukan masing-masing pihak agar saling menjaga kesehatan mereka.
“setiap hari saya nemuin orang-orang yang merokok di halte ini kalau saya lagi nunggu bis buat ke kampus, buat menghindari bahaya asapnya saya pakai masker, kadang-kadang saya malah langsung pindah tempat buat menjauhi orang yang sedang merokok.” kata seorang mahasisiwi swasta Lina di halte bus Mangga Dua, Selasa (6/12).
            Berbagai penyakit yang disebabkan oleh asap rokok diantaranya kanker paru-paru, serangan jantung, hipertensi dan penyakit kronis lainnya. Walaupun begitu, tetap saja banyak orang yang merokok dan sama sekali tidak berniat untuk berhenti merokok dengan alas an sudah kecanduan. Ironisnya, bukan
hanya orang-orang dewasa yang merokok, anak-anak kecilpun sekarang sudah banyak yang menjadi perokok, kurangnya perhatian dan pengawasan orangtua menjadi salah satu penyebab mengapa sekarang banyak anak-anak dibawah umur yang sudah merokok.
“Di dalam rokok terdapat zat adiktif seperti nikotin yang dapat membuat perokok menjadi kecanduan atau ketagihan, dan menimbulkan rasa puas setelah merokok Bagi perokok, agar sebaiknya merokok ditempat-tempat yang telah disediakan  dan bagi para orangtua diharapkan agar tidak merokok di depan anak-anak karena akan membuat dampak negative seperti anak yang akan mengikuti orangtuanya untuk merokok.” Demikian di ungkapkan seorang Dokter Klinik swasta Dr. Yeni di Jakarta, Selasa (6/12).

0 komentar:

Posting Komentar